Muse Buzz :
Home » » 7 Bukti Rasulullah SAW tidak menikahi aisyah di usia dini...............

7 Bukti Rasulullah SAW tidak menikahi aisyah di usia dini...............


Kebanyakan muslim menjawab bhw pernikahan spt itu diterima masyarakat pd saat itu. jk tidak, orang-orang akan merasa keberatan dengan pernikahan Nabi saw dengan Aisyah.Bagaimanapun, penjelasan spt ini akan mudah menipu bagi orang-orang yg naif dlm mempercayainya. Tetapi, saya tdk cukup puas dengan penjelasan spt itu. Beberapa hadist (tradisi Nabi) yg menceritakan mengenai umur Aisyah pd saat pernikahannya dengan Nabi, hadist-hadist tersebut sngt bermasalah. Saya akan menyajikan beberapa bukti melawan khayalan yg diceritakan Hisham ibnu `Urwah & untuk membersihkan nama Nabi dari sebutan seorang tua yg tdk bertanggung jawab yg menikahi gadis polos berumur 7 tahun. Berikut 7 Bukti Nabi SAW Tidak Menikahi Aisyah Di Usia 9 Tahun, yaitu :

1. Pengujian Terhadap Sumber Yang Menyatakan Nabi Menikahi Gadis Usia 9 Tahun

Sebagian besar riwayat yg menceritakan hal ini yg tercetak di hadist yg semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yg mencatat atas otoritas dari bapaknya, yg mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bhw tak ada seorangpun yg di Medinah, dimana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di Medinah termasuk yg kesohor Malik ibn Anas, tdk menceritakan hal ini. Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, di mana Hisham tinggal disana & pindah dari Medinah ke Iraq pd usia tua.

Tehzibu'l-Tehzib, salah satu buku yg cukup terkenal yg berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat: " Hisham sngt bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yg dia ceritakan setelah pindah ke Iraq " (Tehzi'bu'l-tehzi'b, Ibn Hajar Al-`asqala'ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50). Dalam pernyataan lbh lanjut bhw Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yg dicatat dari orang-orang Iraq: " Saya pernah diberi tahu bhw Malik menolak riwayat Hisham yg dicatat dari orang-orang Iraq" (Tehzi'b u'l-tehzi'b, IbnHajar Al- `asqala'ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50). Mizanu'l-ai`tidal, buku lain yg berisi uraian riwayat hidup pd periwayat hadist Nabi saw mencatat: "Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yg mencolok" (Mizanu'l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu'l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).

Kesimpulan :
Berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah buruk & riwayatnya setelah pindah ke Iraq sngt tdk bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tdk kredibel.

Kronologi :
Tanggal penting dlm sejarah Islam

Pra-610 M: Jahiliyah (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu 610 M: turun wahyu pertama Abu Bakr​ menerima Islam 613 M: Nabi Muhammad mulai mengajar ke Masyarakat 615 M: Hijrah ke Abyssinia. 616 M: Umar bin al Khattab menerima Islam. 620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah 622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Medina 623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah
2. Meminang Siti Aisyah

Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang pd usia 7 tahun & mulai berumah tangga pd usia 9 tahun. Tetapi, di bagian lain, Al-Tabari mengatakan: "Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pd masa jahiliyahh dari 2 isterinya " (Tarikhu'l-umam wa'l-mamlu'k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara'l-fikr, Beirut, 1979). Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur 7 tahun) & berumah tangga tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bhw Aisyah dilahirkan pd 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Al- Tabari, Aisyah seharusnya dilahirkan pd 613M, Yaitu 3 tahun sesudah masa Jahiliyahh usai (610 M). Tabari juga menyatakan bhw Aisyah dilahirkan pd saat Jahiliyah. jk Aisyah dilahirkan pd era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur 14 tahun ketika dinikah. Tetapi intinya Tabari mengalami kontradiksi dlm periwayatannya.

Kesimpulan : Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah.

3. Umur Aisyah Jika Dihubungkan Dengan Umur Fatimah

Menurut Ibn Hajar, "Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun... Fatimah 5 tahun lbh tua dari Aisyah" (Al-isabah fi tamyizi'l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu'l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978). Jika Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi berusia 40 tahun. jk Aisyah dinikahi Nabi pd saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.

Kesimpulan : Ibn Hajar, Tabari, Ibn Hisham​, & Ibn Humbal kontradiksi satu sama lain. Tetapi tampak nyata bhw riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar.

4. Umur Aisyah Dihitung Dari Umur Asma

Menurut Abda'l-Rahman ibn abi zanna'd: "Asma lbh tua 10 tahun dibanding Aisyah (Siyar A`la'ma'l-nubala', Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, Mu'assasatu'l-risalah, Beirut, 1992).
Menurut Ibn Kathir: "Asma lbh tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]"(Al-Bidayah wa'l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr al-`arabi, Al-jizah, 1933). Menurut Ibn Kathir: "Asma melihat pembunuhan anaknya pd tahun 73 H, & 5 hari kemudian Asma meninggal. Menurut iwayat lainya, dia meninggal 10 atau 20 hari kemudian, atau beberapa hari lbh dari 20 hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yg paling kuat adalah 100 hari kemudian. pd waktu Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun" (Al-Bidayah wa'l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933).

Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: "Asma hidup sampai 100 tahun & meninggal pd 73 or 74 H." (Taqribu'l-tehzib, Ibn Hajar Al-Asqalani,p. 654, Arabic, Bab fi'l-nisa', al-harfu'l-alif, Lucknow).
Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah berselisih usia 10 tahun. jk Asma wafat pd usia 100 tahun dia tahun 73 H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah 622M). (100 - 73 = 27)

Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (ketika Aisyah berumah tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia 17 atau 18 tahun ketika hijrah pd taun dimana Aisyah berumah tangga. Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, and Abda'l-Rahman ibn abi zanna'd, usia Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20 tahun. Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun & dlm bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yg benar ? 12 atau 18..?

Kesimpulan : Ibn Hajar tdk valid dlm periwayatan usia Aisyah.

5. Perang Badar Dan Uhud

Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dlm perang Badr dijabarkan dlm hadist Muslim, (Kitabu'l-jihad wa'l-siyar, Bab karahiyati'l-isti`anah fi'l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika menceritakan salah satu moment penting dlm perjalanan selama perang Badar, mengatakan: "ketika kita mencapai Shajarah". Dari pernyataan ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar. Sebuah riwayat mengenai pastisipasi Aisyah dlm Uhud tercatat dlm Bukhari (Kitabu'l-jihad wa'l-siyar, Bab Ghazwi'l-nisa' wa qitalihinnama`a'lrijal): "Anas mencatat bhw pd hari Uhud, Orang-orang tdk dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya melihat Aisyah & Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dlm perjalanan tsb]."

Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bhw Aisyah ikut berada dlm perang Uhud & Badr.Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu'l-maghazi, Bab Ghazwati'l-khandaq wa hiya'l-ahza'b): "Ibn `Umar menyatakan bhw Rasulullah tdk mengijinkan dirinya berpastisispasi dlm Uhud, pd ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dlm perang tsb." Berdasarkan riwayat diatas, (a) anak-anak berusia dibawah 15 tahun akan dipulangkan & tdk diperbolehkan ikut dlm perang, & (b) Aisyahikut dlm perang badar & Uhud

Kesimpulan : Aisyah ikut dlm perang Badar & Uhud jelas mengindikasikan bhw beliau tdk berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun. Disamping itu, wanita-wanita yg ikut menemani para pria dlm perang sudah seharusnya berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah beban bagi mereka. Ini merupakan bukti lain dari kontradiksi usia pernikahan Aisyah.

6. Surat al-Qamar (Bulan)

Menurut beberapa riwayat, Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah. Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini:Saya seorang gadis muda (jariyah dalam bahasa arab) ketika Surah Al-Qamar diturunkan (Sahih Bukhari, Kitabu'l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa'l-sa`atu adha' wa amarr).

Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah (The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa surat tsb diturunkan pada tahun 614 M. jika Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah pada usia 9 di tahun 623 M or 624 M, Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah in Arabic) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan. Menurut riwayat diatas, secara aktual tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis muda yang masih suka bermain (Lane's Arabic English Lexicon). Jadi, Aisyah, telah menjadi jariyah bukan sibyah (bayi), jadi telah berusia 6-13 tahun pada saat turunnya surah Al-Qamar, dan oleh karena itu sudah pasti berusia 14-21 tahun ketika dinikah Nabi.

Kesimpulan : Riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang berusia 9 tahun.

7. Terminologi Bahasa Arab

Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah meninggalnya isteri pertama Rasulullah, Khadijah, Khaulah datang kepada Nabi dan menasehati Nabi untuk menikah lagi, Nabi bertanya kepadanya tentang pilihan yang ada di pikiran Khaulah. Khaulah berkata: "Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) atau seorang wanita yang pernah menikah (thayyib)". Ketika Nabi bertanya tentang identitas gadis tersebut (bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah. Bagi orang yang paham bahasa Arab akan segera melihat bahwa kata bikr dalam bahasa Arab tidak digunakan untuk gadis belia berusia 9 tahun.

Kata yang tepat untuk gadis belia yang masih suka bermain-main adalah, seperti dinyatakan dimuka, adalah jariyah. Bikr disisi lain, digunakan untuk seorang wanita yang belum menikah serta belum punya pertautan pengalaman dengan pernikahan, sebagaimana kita pahami dalam bahasa Inggris "virgin". Oleh karena itu, tampak jelas bahwa gadis belia 9 tahun bukanlah "wanita" (bikr) (Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol. 6, p. .210,Arabic, Dar Ihya al-turath al-`arabi, Beirut). Kesimpulan: Arti literal dari kata, bikr (gadis), dalam hadist diatas adalah "wanita dewasa yang belum punya pengalaman sexual dalam pernikahan." Oleh karena itu, Aisyah adalah seorang wanita dewasa pada waktu menikahnya.
Share this article :

Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dewa Copas - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template